News

IKK Bali dan Pengeluaran Bulanan Konsumen

IKK Bali dan Pengeluaran Bulanan Konsumen
Daftar Isi
  1. Optimisme pekerja formal lebih tinggi
  2. IKK Bali di atas rata-rata nasional
  3. Inflasi Bali 3,45 persen

Denpasar — Optimisme konsumen di Bali masih terjaga pada Agustus 2026. Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mencatat, keyakinan konsumen terutama ditopang masyarakat dengan rata-rata pengeluaran bulanan mulai dari Rp3 juta hingga lebih dari Rp8 juta.

Kepala BI Provinsi Bali Achris Sarwani mengatakan kelompok dengan pengeluaran lebih dari Rp8 juta per bulan menunjukkan optimisme yang cukup kuat. Kondisi serupa juga terlihat pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran Rp6-7 juta dan Rp3-4 juta per bulan.

“Optimisme konsumen tetap terjaga terutama pada kelompok masyarakat dengan pengeluaran lebih dari Rp8 juta, Rp6-7 juta, dan Rp3-4 juta per bulan,” kata Achris di Denpasar, Selasa.

Temuan tersebut merupakan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia terhadap Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2026.

Optimisme pekerja formal lebih tinggi

Survei BI juga menunjukkan adanya perbedaan optimisme berdasarkan kelompok pekerja. Konsumen yang bekerja di sektor formal mencatat indeks keyakinan sebesar 128,3, lebih tinggi dibandingkan pekerja sektor informal yang berada di angka 116,8.

Sementara itu, terdapat perbedaan pada kelompok pengeluaran menengah. Salah satunya terlihat pada masyarakat dengan rata-rata pengeluaran Rp4-5 juta per bulan yang tidak masuk dalam kelompok pengeluaran dengan optimisme tertinggi dalam hasil survei tersebut.

BI Bali menilai kondisi perekonomian daerah masih menjadi salah satu faktor yang menjaga keyakinan masyarakat. Aktivitas pariwisata, perdagangan, dan sektor jasa masih menjadi penopang penting perekonomian Pulau Dewata.

IKK Bali di atas rata-rata nasional

Secara keseluruhan, Indeks Keyakinan Konsumen Bali pada Agustus 2026 mencapai 123,1. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang tercatat sebesar 118,5.

Tingkat keyakinan tersebut menunjukkan masyarakat masih memiliki pandangan positif terhadap kondisi ekonomi, termasuk prospek perekonomian ke depan.

Achris mengatakan optimisme konsumen sejalan dengan sejumlah indikator ekonomi Bali yang masih menunjukkan kinerja positif.

Tetap terjaganya optimisme konsumen juga sejalan dengan berbagai indikator ekonomi Bali yang masih menunjukkan kinerja positif,” ujarnya.

Inflasi Bali 3,45 persen

Di sisi lain, BI Bali mencatat inflasi pada Agustus 2026 sebesar 3,45 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional yang ditetapkan sebesar 1,5-3,5 persen.

Meski masih berada dalam sasaran, inflasi Bali sudah mendekati batas atas target. Kondisi ini menjadi perhatian karena tekanan harga dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat apabila terus meningkat.

BI Bali bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga.

Upaya tersebut mencakup pengendalian inflasi, percepatan transaksi digital, serta penguatan kerja sama dengan pelaku usaha. Langkah itu diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan.

Mungkin Anda Suka