Lifestyle

7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Skin Barrier, Jangan Diabaikan

Kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak skin barrier kulit
Ilustrasi Perawatan Kulit Wajah
Daftar Isi
  1. 1. Terlalu sering mencuci wajah
  2. 2. Terlalu sering melakukan eksfoliasi
  3. 3. Menggunakan produk pembersih yang terlalu keras
  4. 4. Melewatkan penggunaan pelembap
  5. 5. Terlalu sering menggosok kulit
  6. 6. Terlalu banyak terpapar sinar matahari
  7. 7. Mengabaikan kondisi lingkungan
  8. Menjaga skin barrier tidak harus dengan banyak produk

Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang berperan sebagai pelindung dari berbagai faktor eksternal. Lapisan ini juga membantu mempertahankan kelembapan dengan mencegah air di dalam kulit menguap terlalu banyak.

Meski memiliki fungsi penting, kondisi skin barrier dapat terganggu oleh kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana. Perawatan kulit yang dilakukan secara berlebihan justru bisa membuat kulit menjadi lebih kering, sensitif, atau mudah mengalami iritasi.

Dikutip dari Healthline dan Cleveland Clinic, berikut sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk menjaga skin barrier tetap sehat.

1. Terlalu sering mencuci wajah

Mencuci wajah memang menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan kulit. Namun, terlalu sering mencuci wajah atau overwashing dapat mengganggu lapisan pelindung kulit.

Pembersihan secara berlebihan berisiko mengurangi lipid yang dibutuhkan skin barrier. Akibatnya, kulit dapat menjadi lebih kering dan mudah mengalami iritasi.

Salah satu tanda yang dapat muncul adalah wajah terasa kencang atau tertarik setelah mencuci muka. Jika kondisi tersebut terjadi berulang kali, rutinitas membersihkan wajah perlu dievaluasi.

2. Terlalu sering melakukan eksfoliasi

Eksfoliasi bertujuan mengangkat sel kulit mati agar permukaan kulit terasa lebih halus. Namun, melakukannya terlalu sering atau overexfoliation justru dapat membuat kulit mengalami masalah.

Penggunaan scrub atau produk eksfoliasi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko iritasi dan membuat kulit menjadi lebih sensitif. Frekuensi eksfoliasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan toleransi kulit masing-masing.

3. Menggunakan produk pembersih yang terlalu keras

Tidak semua produk pembersih cocok untuk digunakan setiap hari. Sabun yang bersifat terlalu alkali maupun bahan kimia yang keras dapat mengganggu keseimbangan lapisan pelindung kulit.

Ketika skin barrier terganggu, kulit dapat menjadi lebih rentan terhadap kekeringan dan iritasi. Karena itu, pemilihan produk pembersih perlu memperhatikan kondisi kulit, bukan hanya sensasi bersih setelah pemakaian.

4. Melewatkan penggunaan pelembap

Kelembapan merupakan bagian penting dari fungsi skin barrier. Kulit yang kehilangan terlalu banyak air dapat menjadi kering dan lebih mudah mengalami gangguan.

Pelembap membantu mempertahankan kadar air pada kulit sekaligus mendukung fungsi lapisan pelindungnya. Karena itu, melewatkan pelembap secara terus-menerus, terutama ketika kulit cenderung kering, dapat menjadi kebiasaan yang perlu diperhatikan.

5. Terlalu sering menggosok kulit

Kebiasaan menggosok wajah atau tubuh terlalu keras dapat memberikan tekanan dan gesekan berlebihan pada permukaan kulit.

Penggunaan scrub secara agresif tidak selalu membuat kulit menjadi lebih sehat. Sebaliknya, gesekan berulang dapat memicu iritasi dan mengganggu skin barrier.

Saat membersihkan kulit, gerakan yang lembut lebih penting daripada memberikan tekanan kuat untuk mendapatkan rasa bersih.

6. Terlalu banyak terpapar sinar matahari

Kulit berhadapan langsung dengan berbagai faktor lingkungan setiap hari, salah satunya paparan sinar matahari.

Paparan berlebihan dapat memengaruhi kondisi kulit dan memperbesar risiko berbagai masalah akibat kerusakan kulit. Perlindungan dari sinar matahari karena itu menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan skin barrier.

Menggunakan pelindung kulit seperti tabir surya dan membatasi paparan langsung, terutama ketika intensitas matahari tinggi, dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan.

7. Mengabaikan kondisi lingkungan

Kondisi skin barrier tidak hanya dipengaruhi produk yang digunakan. Lingkungan sekitar juga dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan kulit.

Udara yang terlalu kering atau terlalu lembap, polusi, alergen, hingga berbagai iritan dapat memberikan tekanan pada lapisan pelindung kulit.

Karena itu, perawatan skin barrier sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemilihan skincare. Kondisi lingkungan dan kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan.

Menjaga skin barrier tidak harus dengan banyak produk

Skin barrier yang sehat tidak selalu membutuhkan rutinitas skincare yang panjang. Hal yang lebih penting adalah menghindari kebiasaan yang dapat menyebabkan iritasi dan menjaga kulit tetap terhidrasi.

Membersihkan wajah secara wajar, menggunakan pelembap, melindungi kulit dari sinar matahari, serta tidak berlebihan dalam melakukan eksfoliasi merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Jika kulit mengalami iritasi yang menetap, terasa perih, sangat kering, atau berulang meski rutinitas perawatan sudah disederhanakan, konsultasi dengan dokter kulit dapat menjadi pilihan untuk mengetahui penyebabnya.

Mungkin Anda Suka